BPBD Barito Kuala Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir di Tabukan dan Bakumpai

Tabukan – Dalam upaya penanganan tanggap darurat bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tabukan dan Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan penyerahan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 14 Mei 2025, bertempat di Lapangan Posko Penanggulangan Banjir Kecamatan Tabukan dan Kantor Kecamatan Tabukan. Penyaluran bantuan dimulai sejak pukul 10.00 WITA dan berlangsung hingga selesai, di hdairi oleh Bapak Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., selaku Bupati Batola. undangan melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat.

Bantuan logistik yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok harian seperti beras, makanan siap saji, air bersih, perlengkapan kebersihan, serta bantuan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

Tokoh masyarakat, Bapak Taufiq Rahman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan terakhir.

"Alhamdulillah, kami dapat berkumpul dan menerima bantuan dari pemerintah. Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Batola, khususnya kepada Bupati," ujar Taufiq dalam sambutannya.

Banjir yang terjadi secara meluas di berbagai kecamatan memberikan dampak yang cukup serius, terutama bagi warga yang tinggal di pesisir sungai. Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan.

Di Kecamatan Marabahan dan sekitarnya, banjir turut berdampak pada sektor pertanian. Serangan hama tongro semakin memperburuk kondisi lahan pertanian yang sebelumnya sudah terendam air.

Dalam upaya pemulihan, masyarakat bersama aparat desa dan TNI telah melakukan kegiatan gotong royong dengan peralatan seadanya. Kepala desa bersama aparat dari Kodim juga telah memberikan imbauan kepada warga terkait langkah-langkah yang harus diambil dalam penanganan banjir dan pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Tabukan, Bapak Rahmad Noor, S.AP, turut menyampaikan laporan mengenai dampak banjir di wilayahnya. Dari 11 desa yang ada di Kecamatan Tabukan, sebanyak 9 desa terdampak langsung. Total warga terdampak mencapai 9.359 jiwa.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Bupati Batola atas bantuan yang sangat berarti ini. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat," ujar Rahmad Noor.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Plt. BPBD dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya penanganan bencana. Pemerintah kecamatan, lanjutnya, akan terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

"Kami yakin, dengan semangat bersama, kita dapat bangkit lebih kuat dan lebih baik," tegasnya.

Rahmad Noor juga mengajukan beberapa usulan kepada pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan, di antaranya:

Perbaikan dan peninggian jalan dari Teluk Tamba sampai Muara Pulau,

Bantuan bibit padi untuk petani terdampak,

Bantuan rehabilitasi rumah rusak,

Bantuan bagi sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir.

"Kami yakin, dengan dukungan semua pihak, Kecamatan Tabukan dapat bangkit dan menjadi lebih hebat lagi," pungkasnya.

Bupati Barito Kuala Soroti Dampak Banjir dan Perubahan Tata Guna Lahan: 1.226 Rumah Terendam di Kecamatan Kuripan

Barito Kuala – Bupati Barito Kuala, Bapak Bahrul Ilmi, dalam sambutannya menyoroti secara serius penyebab dan dampak banjir yang melanda tiga kecamatan di wilayahnya, yakni Kecamatan Kuripan, Tabukan, dan Barambai. Ia menjelaskan bahwa banjir tahun ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan tidak lepas dari faktor kiriman air dari wilayah hulu di Kalimantan Tengah.

“Banjir ini awalnya dari Puruk Cahu, lalu Teweh, dan baru sampai ke kita di Barito Kuala. Ini memang banjir tahunan, tapi tahun ini sangat berbeda. Ketinggian air yang masuk jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Bahrul.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Kuripan bersama Dinas Sosial, Bupati mengungkapkan penyebab lain yang memperparah kondisi banjir adalah perubahan tata guna lahan secara masif di sekitar wilayah aliran sungai.

“Sekarang lahan kiri dan kanan sungai sudah menjadi lahan sawit. Mereka membuat tanggul untuk melindungi kebun agar tidak tergenang. Akibatnya, air hanya bisa mengalir melalui alur Sungai Barito.

Fenomena pasang laut juga memperparah kondisi karena air dari hulu tertahan sehingga mengakibatkan peningkatan ketinggian air di dataran rendah. Berdasarkan data terakhir, di Kecamatan Kuripan tercatat sebanyak 1.226 rumah terdampak banjir.

Di Kecamatan Tabukan, dampak banjir juga cukup besar. Namun, bangunan rumah yang dibangun setelah tahun 2000 relatif lebih aman karena sudah memperhitungkan ketinggian banjir. Sementara itu, rumah-rumah lama dan infrastruktur jalan masih terendam.

“Jalan-jalan tetap tenggelam. Bahkan banyak warga yang lebih memilih naik jukung karena motor tidak bisa lewat. Ini yang perlu kita pelajari untuk antisipasi ke depan,” tambahnya.

Bupati menekankan pentingnya langkah perencanaan yang konkret dan berkelanjutan untuk menghadapi bencana serupa. Salah satu usulan yang disampaikan adalah peninggian rumah warga di wilayah rawan banjir sebagai prioritas utama.

“Kita data rumah-rumah yang rendah, dan jika anggaran memungkinkan, kita bantu untuk ditinggikan sedikit. Yang penting tempat tinggal mereka dulu yang kita amankan. Jalan nanti bisa kita pikirkan bertahap,” tegas Bahrul.

Ia berharap, langkah-langkah ini bisa menjadi pelajaran penting agar peristiwa serupa tidak terus terulang setiap tahun dan masyarakat dapat hidup dengan tenang di lingkungannya.