Tabukan, 10 September 2026 — Suasana tampak khusyuk di area Kantor Kecamatan Tabukan. Seluruh jamaah shalat dan menengadahkan tangan, bermunajat dengan penuh kerendahan hati kepada Allah SWT, memohon agar hujan segera turun. Wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Barito Kuala dan Kecamatan Tabukan, saat ini tengah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan.
Bumi merupakan amanah. Manusia, sebagai khalifah fil ardhi, memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian alam, termasuk memelihara hutan dan keanekaragaman hayati. Manusia dilarang mengeksploitasi hutan tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), membakar lahan secara sengaja, ataupun melakukan aktivitas yang memperparah efek rumah kaca hingga memicu pemanasan global.
Dalam khutbah salat istisqa, khatib mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 41:
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Ayat ini sepatutnya menjadi pengingat bersama bahwa bumi adalah titipan Allah SWT yang harus dimanfaatkan secara bijaksana dan berkelanjutan. Berbagai musibah lingkungan yang terjadi hari ini menjadi peringatan keras, khususnya bagi oknum entitas bisnis memilih cara-cara instan seperti pembakaran lahan demi efisiensi biaya. Praktik pembukaan lahan secara sengaja demi keuntungan sepihak tanpa memedulikan dampak polusi bukan hanya pelanggaran aturan, melainkan bentuk merusak ekologis yang mengorbankan kesehatan serta ruang hidup masyarakat luas. (Admin)